Pengertian Umroh, Syarat, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Umroh adalah ibadah yang penuh berkah dan sangat dianjurkan dalam Islam. Bagi umat Muslim, melaksanakan umroh adalah impian yang ingin diwujudkan. Berbeda dengan haji, yang hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, umroh bisa dilaksanakan kapan saja.
Pengertian Umroh
Secara bahasa, umroh berarti berziarah. Dalam pengertian agama, umroh adalah ibadah ziarah ke Baitullah (Ka'bah di Mekkah) dengan melaksanakan serangkaian ritual tertentu, yang meliputi: niat, tawaf, sa'i, dan tahallul.
Menurut Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), umroh merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan pahala bagi umat Islam, melaksanakan umroh dapat menjadi sarana untuk memperbaiki diri dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Dari satu umroh ke umroh yang lainnya (berikutnya) menjadi penghapus dosa di antara keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Syarat-syarat Umroh
Agar ibadah umroh sah dan diterima, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi menurut Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama RI:
- Beragama Islam
- Baligh dan berakal sehat (tidak diwajibkan bagi yang belum baligh atau tidak berakal)
- Merdeka (bukan hamba sahaya)
- Mampu, secara fisik dan finansial
Bila tidak terpenuhi syarat ini, gugurlah kewajiban seseorang untuk berumrah.
Tata Cara Umroh yang Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Berikut adalah tata cara umroh yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, dirangkum dari buku Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah karya Abu Abdillah.
-
Persiapan Sebelum Ihram
Sebelum memulai umroh, jamaah disarankan untuk mempersiapkan diri. Hal ini termasuk mandi seperti mandi junub, menggunakan wewangian (khusus untuk pria), dan mengenakan pakaian ihram. Untuk pria, pakaian ihram terdiri dari dua kain, sedangkan wanita harus mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh sesuai syariat.
-
Berihram
Setelah persiapan, langkah pertama adalah memasuki keadaan ihram dari miqat dengan mengucapkan niat:
"Labbaik Allahumma Umrotan" (Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).
-
Kalimat Persyaratan
Jika khawatir terhalang untuk menyelesaikan umroh, misalnya karena sakit, jamaah dapat mengucapkan kalimat persyaratan sebagai berikut:
"Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku."
-
Kalimat Talbiyah
Jamaah disarankan untuk sering melafalkan kalimat talbiyah, terutama saat dalam perjalanan menuju Masjidil Haram. Kalimat ini bisa diucapkan keras oleh pria dan pelan oleh wanita:
"Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaika Laa Sharika Laka Labbaik. Innal Hamda Wanni'mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak."
Artinya: "Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, segala pujian dan kenikmatan hanya milik-Mu, dan kerajaan hanyalah milik-Mu."
-
Memasuki Masjidil Haram
Saat memasuki Masjidil Haram, dianjurkan untuk melangkah dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:
"A'udzu billâhil 'azhîm... Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ muhammadin..."
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar... Ya Tuhanku, berilah shalawat atas Nabi Muhammad..."
-
Menuju Hajar Aswad
Setibanya di Masjidil Haram, jamaah menuju Hajar Aswad dan menghadapnya. Disunnahkan untuk menyentuh Hajar Aswad dengan tangan kanan atau memberi isyarat jika tidak memungkinkan.
-
Tawaf 7 Putaran
Tawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Selama tawaf, jamaah bebas membaca doa, berzikir, atau berdoa sesuai keinginan. Setelah tawaf, pria dianjurkan untuk berjalan menuju Maqam Ibrahim dan shalat sunnah dua rakaat.
-
Kembali ke Hajar Aswad
Setelah tawaf dan shalat, jamaah kembali melanjutkan ibadah.
-
Sa’i di Bukit Safa
Setelah tawaf, jamaah menuju Bukit Safa. Di sana, disunnahkan untuk mengucapkan takbir dan berdoa. Jemaah kemudian melanjutkan perjalanan ke Bukit Marwah.
-
Menuju ke Bukit Marwah
Proses sa’i dilakukan dengan berjalan antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali putaran. Setiap kali mencapai puncak Bukit Safa atau Marwah, disunnahkan untuk mengucapkan doa.
-
Tahallul
Setelah sa’i, jamaah dapat bertahallul, yaitu memotong rambut. Bagi pria, mencukur habis rambut lebih dianjurkan, sedangkan wanita cukup memotong rambut seukuran satu ruas jari.
Dengan menyelesaikan semua langkah ini, jamaah telah melaksanakan ibadah umroh yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Setiap langkah yang diambil dalam melaksanakan ibadah umroh akan dihitung sebagai pahala, dan setiap kesulitan yang dialami akan diganti dengan ampunan dan pahala dari Allah SWT.
Umroh Bareng Kindai
Yuk, wujudkan niat baikmu buat umroh bareng Kindai! Perjalanan yang nyaman, ibadah yang tenang, dan bimbingan penuh makna—semua siap menemani setiap langkahmu.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut atau hubungi kami langsung untuk konsultasi. Klik di sini #IbadahNyamandanMenyenangkan.
Sumber:
Umroh.com - Pengertian, Hukum, Syarat, Rukun, Wajib, Keutamaan Umroh
Detik.com - Tata Cara Umroh yang Sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW