Al Ula, Kota yang Disebut Terkutuk, Kini Jadi Destinasi Andalan Saudi
Al Ula, sebuah kota yang terletak 300 km di sebelah utara Madinah, Arab Saudi, kini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata kelas dunia. Kota ini memiliki sejarah panjang yang penuh misteri. Dahulu, Al Ula adalah ibu kota Lihyanites Kuno (Dedanites) dan menjadi pusat perdagangan penting di Jazirah Arab. Namun, dalam sejarah Islam, kawasan ini pernah dianggap sebagai kota yang dihindari oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas, mengapa Al Ula memiliki reputasi demikian, dan benarkah tempat ini memang terkutuk?
Mengapa Al Ula Disebut Kota Terkutuk?
Sebutan "kota terkutuk" yang melekat pada Al Ula berkaitan dengan salah satu situs bersejarahnya, yaitu Madain Saleh. Tempat ini dahulu merupakan pemukiman kaum Tsamud, yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai kaum yang durhaka dan mendapat azab dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, ‘Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih’." (QS. Al-A'raf: 73)
Namun, kaum Tsamud malah membunuh unta yang menjadi tanda kekuasaan Allah. Akibatnya, mereka pun diazab dengan suara mengguntur dan gempa bumi yang dahsyat hingga binasa.
Sebelum azab tersebut turun, Nabi Saleh AS telah memberi peringatan kepada kaumnya. Namun, mereka tetap bersikeras dalam kesombongannya. Setelah membunuh unta mukjizat yang diberikan oleh Allah, kaum Tsamud menantang Nabi Saleh dan mengabaikan ancamannya. Hingga akhirnya, wajah mereka berubah warna dari kuning, merah, lalu hitam dalam tiga hari berturut-turut sebelum azab datang. Pada hari keempat, gempa bumi dahsyat serta petir menghancurkan mereka hingga tidak tersisa.
Ketika melewati kawasan Madain Saleh dalam perjalanan hijrahnya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan para sahabatnya agar tidak berlama-lama di sana. Hal ini semata-mata sebagai pengingat agar mereka tidak terkena dampak kebinasaan yang pernah menimpa kaum Tsamud.
Apakah Al Ula Benar-Benar Terkutuk?
Meskipun Madain Saleh memiliki sejarah kelam, bukan berarti seluruh kawasan Al Ula memiliki status yang sama. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya mengingatkan umat Islam untuk mengambil pelajaran dari kehancuran kaum Tsamud, bukan melarang atau mengharamkan tempat tersebut.
Saat ini, Al Ula menjadi salah satu situs bersejarah yang dilestarikan dan dikembangkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Dengan investasi besar-besaran, Al Ula kini menjadi destinasi wisata berkelas dunia yang menyuguhkan pemandangan gurun yang eksotis, arsitektur kuno yang megah, serta situs arkeologi yang menyimpan banyak sejarah.
Penasaran dengan pesona Al Ula? ✨
Kota penuh sejarah ini kini menjadi destinasi impian bagi para pecinta wisata budaya dan alam. Kalau kamu ingin mengunjungi Al Ula dalam perjalanan umroh yang penuh makna, Kindai Tours & Travel siap menemani ibadahmu sekaligus eksplorasi sejarahnya. Yuk, rasakan pengalaman spiritual yang lebih mendalam sambil menikmati keindahan Al Ula dengan nyaman dan tenang! ?
Cek paket umroh Kindai, dengan klik di sini!
Sumber: