Countdown Puasa! Prediksi 1 Ramadhan 1447 H

Kategori : Ramadhan, Ditulis pada : 06 Februari 2026, 09:11:10

Iftar.jpg

Sumber : Pinterest

Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh Indonesia. Selain sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, bulan ini juga jadi kesempatan untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Namun sebelum puasa dimulai, ada satu hal penting yang selalu dinantikan oleh semua: penetapan tanggal resmi 1 Ramadhan. Di Indonesia, tanggal ini ditentukan melalui mekanisme yang disebut Sidang Isbat.

Apa itu Sidang Isbat?
Sidang Isbat adalah pertemuan resmi yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bersama berbagai pihak seperti ormas Islam, ahli falak, perwakilan BMKG, dan MUI. Tujuan utamanya adalah menentukan tanggal awal bulan Ramadhan secara resmi berdasarkan hasil rukyatul hilal (observasi bulan sabit) dan perhitungan hisab astronomi.

Proses ini penting karena kalender Islam (Hijriah) mengikuti pergerakan bulan. Hilal yang terlihat atau tidaknya akan memengaruhi apakah bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari atau tidak, dan pada akhirnya menentukan kapan puasa akan dimulai.

Prediksi Awal Puasa: 18 atau 19 Februari?
Setelah sidang selesai, keputusan resmi akan diumumkan kepada publik — dan biasanya hasilnya mengikuti pengamatan hilal yang dilakukan pada hari pelaksanaan sidang.

Berdasarkan perhitungan ilmiah dan prediksi kalender Hijriah:

? Jika hilal terlihat pada 17 Februari, maka 1 Ramadhan kemungkinan besar jatuh pada 18 Februari 2026.
? Namun jika hilal belum memenuhi kriteria rukyat, bulan Sya’ban akan dilanjutkan menjadi 30 hari, sehingga Ramadhan dimulai pada 19 Februari 2026.

Perbedaan sedikit tanggal seperti ini bukan hal baru. Beberapa organisasi Islam seperti Muhammadiyah kerap menetapkan awal puasa berdasarkan metode atau interpretasi hilal yang sedikit berbeda sehingga tanggal awal Ramadhan bisa sedikit berbeda antar kelompok.

Kenapa Penetapan Tanggal Bisa Berbeda?
Perbedaan tanggal awal Ramadhan sering muncul karena:

  • Perbedaan metode perhitungan hilal (hisab vs rukyat)
  • Kriteria astronomi & pengamatan lokal di berbagai wilayah
  • Pendekatan lembaga Islam yang berbeda dalam menentukan syarat hilal

Meski begitu, semangat ukhuwah Islamiyah tetap dijaga perbedaan kecil tanggal tetap dihormati sebagai bagian dari kekayaan tradisi Islam dalam menentukan awal bulan.

 

Sumber : 

Detik.com

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id