Dari Masa Nabi hingga Kini Haji Tetap Menyatukan Umat

Sumber : Pinterest
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan sejarah yang sangat panjang dan penuh makna. Jauh sebelum Islam disempurnakan, tradisi mendatangi Ka'bah sudah dikenal oleh masyarakat Arab. Namun, praktik haji kemudian diluruskan dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW pada masa akhir kehidupannya, sehingga tata cara yang dijalankan umat Islam saat ini berakar pada tuntunan beliau. Sejak saat itu, haji menjadi rukun Islam kelima yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan historis yang sangat kuat.
Rangkaian ritual haji sendiri tidak bisa dilepaskan dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Prosesi sa’i antara Safa dan Marwah mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar mencari air untuk Nabi Ismail, sementara penyembelihan hewan kurban menjadi simbol ketundukan total kepada perintah Allah. Setiap gerakan dalam haji bukan sekadar aktivitas simbolik, melainkan pengingat akan nilai kesabaran, keikhlasan, dan keimanan yang telah dicontohkan sejak ribuan tahun lalu.
Bangunan Ka'bah yang menjadi pusat ibadah haji juga memiliki perjalanan sejarah yang tidak singkat. Sepanjang masa, Ka'bah pernah mengalami renovasi dan perbaikan akibat bencana maupun konflik, tetapi tetap berdiri sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia. Letaknya di kota suci Makkah menjadikannya titik temu jutaan muslim dari berbagai negara, bahasa, dan latar belakang budaya yang berbeda setiap tahunnya.
Pada masa lampau, perjalanan haji adalah ujian besar yang membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan risiko tinggi di tengah gurun atau lautan. Banyak jamaah menempuh perjalanan dengan unta atau kapal sederhana, menghadapi cuaca ekstrem dan keterbatasan logistik. Kini, di bawah pengelolaan modern pemerintah Arab Saudi, pelaksanaan haji telah didukung teknologi canggih, sistem transportasi terintegrasi, serta pengawasan keamanan yang lebih baik untuk menjamin keselamatan jamaah.
Melihat perjalanan panjang tersebut, haji bukan hanya ritual tahunan, melainkan bagian dari sejarah peradaban Islam yang terus berkembang dari masa ke masa. Dari kisah para nabi hingga era digital saat ini, haji tetap menjadi simbol persatuan umat, pengorbanan, dan perjalanan spiritual yang mendalam bagi setiap muslim yang menunaikannya.
Sumber :
kediriin.com
