Dari Iqra’ ke Refleksi, Menghidupkan Semangat Literasi di Bulan Ramadhan

Sumber : Pinterest
Ramadhan selalu hadir sebagai bulan yang istimewa bagi umat Muslim. Namun, lebih dari sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, Ramadhan sejatinya adalah bulan yang menghadirkan ruang luas untuk bertumbuh bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara intelektual. Di tengah kesibukan harian yang sering menyita waktu untuk membaca dan belajar, Ramadhan datang seperti jeda yang menenangkan, memberi kesempatan untuk kembali akrab dengan Al-Qur’an, buku, dan tradisi keilmuan Islam. Inilah saat terbaik untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari ibadah.
Sering kali, di luar Ramadhan, keinginan untuk memperdalam bacaan tertunda oleh rutinitas. Padahal, Islam sendiri lahir dari perintah membaca Iqra’. Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat itu. Tadarus Al-Qur’an yang dilakukan setiap hari bukan hanya tentang mengejar khatam, tetapi juga memahami makna ayat, merenungkan pesan, dan mengaitkannya dengan kehidupan. Begitu pula dengan membaca kitab-kitab tafsir, hadits, atau buku keislaman kontemporer yang dapat memperluas cara pandang dan memperkaya pemahaman.
Lebih dari itu, Ramadhan juga membuka ruang tumbuhnya gerakan literasi di tengah masyarakat. Kajian menjelang berbuka, diskusi keagamaan, hingga kegiatan perpustakaan dan komunitas baca menjadi warna tersendiri yang memperkuat budaya ilmu. Tradisi ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan peradaban bulan di mana ilmu, refleksi, dan kebiasaan membaca kembali mendapat tempat utama.
Menjadikan Ramadhan sebagai bulan literasi berarti menanam kebiasaan baik yang dampaknya tidak berhenti di akhir bulan suci. Ketika hati dibersihkan melalui puasa dan pikiran diasah melalui bacaan, lahirlah pribadi yang lebih utuh beriman sekaligus berilmu. Maka, Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang mengisi diri. Dan salah satu cara terbaik untuk mengisinya adalah dengan membaca, memahami, dan terus belajar.
Sumber :
perpus.iainmadura.ac.id
