Haji Wada' dan Pesan Terakhir Nabi Muhammad SAW

Kategori : Haji, Ditulis pada : 10 Februari 2026, 09:47:46

Muhammad Rasulullah, Muhammad, Rasulullah, Moslem PNG and Vector with Transparent Background for Free Download.jpg

Sumber : Pinterest

Haji Wada’ adalah ibadah haji terakhir yang dilaksanakan Rasulullah SAW pada tahun ke-10 Hijriah. Peristiwa ini menjadi momen penting dalam sejarah Islam karena terjadi tidak lama sebelum wafatnya beliau. Lebih dari sekadar pelaksanaan rukun Islam kelima, Haji Wada’ sarat dengan pesan perpisahan dan penegasan nilai-nilai utama dalam ajaran Islam.

Pada haji ini, Rasulullah SAW memimpin langsung manasik dan diikuti oleh puluhan ribu kaum Muslimin dari berbagai wilayah. Kehadiran jamaah dalam jumlah besar menunjukkan bahwa dakwah Islam telah berkembang luas dan diterima oleh masyarakat dengan penuh keyakinan.

Seruan Haji yang Menyatukan Umat

Berkumpulnya umat Islam dari berbagai latar belakang dalam Haji Wada’ mencerminkan persatuan yang kuat di bawah tauhid. Mereka datang dengan tujuan yang sama: memenuhi panggilan Allah dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.”
(QS. Al-Hajj: 27)

Ayat ini menggambarkan bagaimana panggilan haji mampu menyatukan manusia dari berbagai penjuru tanpa memandang status dan asal-usul.

Khutbah Wada’: Penegasan Nilai Kemanusiaan

Salah satu bagian paling bersejarah dalam Haji Wada’ adalah khutbah Rasulullah SAW di hadapan jamaah. Dalam khutbah tersebut, beliau menekankan pentingnya menjaga hak sesama manusia, menjauhi kezaliman, serta memuliakan amanah yang dititipkan Allah.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh keturunan atau kedudukan, melainkan oleh kualitas ketakwaannya. Prinsip ini menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bermasyarakat umat Islam.

Agama yang Telah Disempurnakan

Pada masa pelaksanaan Haji Wada’, turun ayat yang menegaskan kesempurnaan ajaran Islam. Ayat ini menjadi penanda bahwa risalah yang dibawa Rasulullah SAW telah lengkap sebagai pedoman hidup umat manusia.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.”
(QS. Al-Ma’idah: 3)

Turunnya ayat ini memberikan makna mendalam bahwa umat Islam memiliki pegangan yang utuh dalam menjalani kehidupan, baik dalam ibadah maupun hubungan sosial.

Teladan Rasulullah dalam Manasik Haji

Dalam Haji Wada’, Rasulullah SAW tidak hanya menyampaikan ajaran secara lisan, tetapi juga mencontohkan langsung tata cara pelaksanaan haji. Setiap rangkaian ibadah dilakukan dengan penuh ketenangan dan kejelasan, agar umat dapat meneladaninya di masa mendatang.

Melalui praktik langsung ini, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ilmu dan amal harus berjalan beriringan, sehingga ajaran Islam dapat dipahami dan diamalkan dengan benar.

Makna Haji Wada’ bagi Generasi Setelahnya

Haji Wada’ meninggalkan pesan yang sangat mendalam bagi umat Islam. Peristiwa ini mengingatkan bahwa setiap amanah akan dipertanggungjawabkan dan setiap perjalanan memiliki akhirnya. Umat Islam dituntut untuk menjaga ajaran yang telah sempurna ini dengan sikap amanah dan penuh tanggung jawab.

Allah SWT berfirman:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah bagian penting dari keimanan dan keberlangsungan ajaran Islam hingga akhir zaman.

 

Sumber :

nu.or.id

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id