Umrah Backpacker, anatara kebebasan dan Tanggung Jawab Ibadah

Sumber : Pinterest
Ibadah umrah bukan hanya sekadar ritual religi, tapi juga perjalanan spiritual yang sangat bermakna. Belakangan ini muncul istilah umrah backpacker yang ramai diperbincangkan di komunitas Muslim, khususnya di kalangan milenial. Sederhananya, umrah backpacker adalah perjalanan Umrah yang direncanakan secara mandiri, tanpa mengikuti paket travel umrah tradisional.
? Apa Itu Umrah Backpacker?
Istilah backpacker biasanya identik dengan perjalanan jalan-jalan yang hemat dan serba mandiri membawa tas punggung, pilih akomodasi murah, dan mengatur perjalanan sendiri. Begitu pula dengan umrah backpacker: jamaah berangkat ke Tanah Suci tanpa ikut paket umrah resmi dari travel, mengurus visa, tiket pesawat, hotel, dan transportasi secara independen.
? Kelebihan Umrah Backpacker
Walaupun umrah adalah ibadah, gaya backpacker punya sejumlah keuntungan praktis, antara lain:
-
Biaya bisa jadi lebih hemat jika pandai mencari tiket pesawat murah dan akomodasi budget.
-
Waktu dan jadwal fleksibel kamu bisa sendiri menentukan kapan berangkat, lama tinggal, dan rute yang diambil.
-
Kontrol penuh atas perjalanan karena semua keputusan dari awal sampai akhir di tangan kamu sendiri.
? Tantangan dan Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Namun, gaya mandiri ini juga datang dengan konsekuensi yang penting untuk dipahami dengan matang:
⚖️ a. Regulasi dan Legalitas
Secara aturan di Indonesia, pelaksanaan umrah harus melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terdaftar di Kementerian Agama. Itu berarti umrah sepenuhnya mandiri tanpa keterlibatan PPIU yang berizin bukan bentuk perjalanan umrah yang sesuai regulasi.
Tanpa PPIU, jamaah tidak mendapatkan sponsor resmi selama di Arab Saudi, padahal sponsor ini punya peran penting dalam mengurus administrasi dan perlindungan.
? b. Visa dan Administrative
Mengurus visa umrah sendiri (tanpa travel) pada dasarnya dimungkinkan, namun penuh tantangan: pengajuan visa, bukti hotel & transport, serta pemahaman akan persyaratan terbaru bisa jadi rumit kalau belum pernah pengalaman.
Update penting: menurut beberapa berita, pemerintah Arab Saudi juga mulai menyederhanakan aturan visa dengan memungkinkan pemegang berbagai tipe visa melakukan umrah, dan menyediakan platform digital Nusuk untuk pengurusan izin dan layanan lainnya.
? c. Fasilitas Pendampingan dan Proteksi
Umrah lewat travel resmi sering kali sudah mencakup:
-
Tiket pulang-pergi dan transportasi darat.
-
Hotel dan perlengkapan dasar.
-
Pendamping yang tahu jalur ibadah, aturan setempat, dan bisa membantu jamaah ketika kesulitan.
Tanpa itu semua, jamaah backpacker harus siap menghadapi semua hal dari urusan bandara, transportasi lokal, sampai persoalan tak terduga seperti kesehatan.
? Tips Kalau Ingin Umrah Backpacker Dengan Aman
Jika kamu serius mempertimbangkan umrah backpacker, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:
-
Pahami aturan visa terkini dan pastikan semua dokumen lengkap.
-
Rencanakan jadwal perjalanan secara detail, dari jadwal ibadah sampai lokasi akomodasi dan transportasi.
-
Pelajari budaya dan aturan lokal Saudi, termasuk tata cara beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
-
Siapkan dana cadangan untuk biaya darurat atau perubahan jadwal secara mendadak.
? Mana yang Lebih Pas untuk Kamu?
Umrah Backpacker cocok buat:
- Kamu yang punya pengalaman bepergian internasional.
- Siap mengurus semua hal sendiri dan suka tantangan.
- Ingin pengalaman spiritual sekaligus eksplorasi personal.
Umrah Travel Resmi cocok buat:
- Kamu yang ingin perjalanan terstruktur dan minim repot.
- Ibadah bersama rombongan dengan pendamping yang berpengalaman.
- Kamu yang ingin perlindungan hukum dan administrasi penuh.
Sumber :
himpuh.or.id
idntimes.com
kabar24bisnis.com
mabruk.co.id
timesofindia.indiatimes.com
lifestyle.bisnis.com
