Jangan Sampai Salah! Larangan Haji yang Wajib Dipahami Setiap Jamaah

Kategori : Haji, Ditulis pada : 12 Februari 2026, 09:23:23

download (10).jpg

Sumber : Pinterest

Ibadah haji bukan hanya tentang melaksanakan rangkaian rukun dan wajibnya, tetapi juga tentang menjaga diri dari hal-hal yang dilarang, terutama ketika sudah memasuki keadaan ihram. Larangan-larangan ini bertujuan untuk menjaga kesucian, ketenangan, dan kekhusyukan selama berada di Tanah Suci. Dengan memahami batasan tersebut, jemaah dapat menghindari pelanggaran yang bisa berakibat pada kewajiban membayar dam (denda) atau mengurangi kesempurnaan ibadah.

Salah satu larangan paling utama saat ihram adalah melakukan hubungan suami istri atau segala bentuk aktivitas yang mengarah pada syahwat, termasuk bercumbu dan berkata-kata yang membangkitkan hasrat. Selain itu, jemaah juga tidak diperkenankan memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut, serta menghilangkan bulu di bagian tubuh mana pun selama masih dalam keadaan ihram. Hal ini menjadi simbol penyerahan diri secara total kepada Allah SWT.

Penggunaan wewangian juga termasuk larangan yang sering kali tidak disadari. Memakai parfum, lotion beraroma, minyak wangi pada pakaian, atau produk tubuh yang memiliki aroma menyengat tidak diperbolehkan ketika ihram. Bahkan pakaian ihram pun tidak boleh diberi pewangi. Larangan ini mengajarkan kesederhanaan dan menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi.

Bagi jemaah laki-laki, terdapat aturan khusus dalam berpakaian. Mereka tidak diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh, seperti kaos, celana, atau pakaian dalam, serta tidak boleh menutup kepala dengan topi atau sorban. Sementara itu, perempuan tidak diperbolehkan menutup wajah dengan cadar dan memakai sarung tangan selama ihram, meskipun tetap wajib menjaga aurat sesuai ketentuan syariat.

Selain larangan yang berkaitan dengan diri sendiri, ada pula larangan terhadap lingkungan sekitar. Jemaah tidak diperbolehkan berburu, membunuh, atau melukai hewan darat selama ihram, kecuali dalam kondisi tertentu yang dibenarkan. Merusak tanaman, mencabut rumput, atau merusak pepohonan di wilayah Tanah Haram juga dilarang, sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian tempat tersebut.

Tidak kalah penting, haji adalah ibadah yang menuntut kesabaran dan pengendalian diri. Karena itu, bertengkar, berdebat secara berlebihan, berkata kasar, atau melakukan perbuatan maksiat harus benar-benar dijauhi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa selama haji tidak boleh ada rafats (perkataan atau perbuatan keji), kefasikan, dan perdebatan. Larangan ini menjadi pengingat bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual untuk memperbaiki akhlak.

Dengan memahami dan menjauhi seluruh larangan tersebut, jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih tenang, tertib, dan penuh kesadaran. Ketaatan pada aturan bukan hanya menjaga sahnya ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meraih haji yang mabrur, yaitu haji yang diterima dan membawa perubahan kebaikan dalam kehidupan setelah kembali ke tanah air.

Sumber : 

jejakimani.com

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id