Tak Sekedar Makan, Konsumsi Haji 2026 Dirancang Nyaman dan Bernuansa Nusantara

Kategori : Haji, Ditulis pada : 18 Februari 2026, 10:27:26

Hajj 2025.jpg

Sumber: Pinterest

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memaksimalkan kualitas layanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tidak hanya sekadar memastikan makanan halal dan bergizi, kementerian menegaskan bahwa makanan yang disajikan kepada jamaah bercita rasa Nusantara agar lebih familiar dengan lidah Indonesia meskipun berada jauh di Tanah Suci Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan bahwa aspek kebersihan, mutu bahan baku, dan proses pengolahan makanan menjadi prioritas utama dalam pelayanan konsumsi jamaah haji tahun ini. Untuk itu, pihaknya melakukan supervisi dan pengecekan langsung terhadap dapur-dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah memastikan seluruh tahapan produksi mulai dari penyimpanan bahan, proses memasak, hingga pengemasan dan distribusi  berjalan sesuai standar kualitas dan higienis.

Dalam kegiatan tersebut, Menhaj juga menekankan penggunaan bahan-bahan yang autentik dan familiar bagi jamaah Indonesia. Hal ini termasuk penggunaan bumbu masak asli dari Indonesia serta beras yang memang didatangkan dari tanah air. Menurutnya, penggunaan beras dan bumbu Nusantara penting agar rasa makanan lebih akrab seperti masakan rumah sendiri, sehingga jamaah merasa lebih nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan program “Beras Haji Nusantara”, yang menjadi salah satu upaya konkret memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah di Tanah Suci. Program ini diprioritaskan untuk menyediakan beras kualitas premium dari Indonesia yang direncanakan akan dikirim dalam jumlah besar guna memenuhi kebutuhan sekitar 205.420 orang jamaah dan petugas haji selama berada di Mekah dan Madinah. Total kebutuhan beras diperkirakan mencapai ribuan ton berdasarkan frekuensi makan jamaah selama pahitan ibadah.

Selain cita rasa dan kualitas, pemerintah juga memastikan agar proses distribusi konsumsi hingga ke tangan jamaah dilakukan tepat waktu dan dalam kondisi baik. Hal ini menjadi bagian penting dari pelayanan haji yang menyeluruh, di mana kenyamanan dan kesehatan jamaah menjadi fokus utama agar ibadah dapat dijalankan dengan penuh kekhusyukan.

Langkah-langkah ini dipandang strategis untuk menjawab kebutuhan jamaah sekaligus menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kualitas layanan haji dari sisi konsumsi. Dengan terus melakukan pengawasan dan penyesuaian, diharapkan konsumsi jamaah haji Indonesia tahun 2026 tidak hanya aman dan higienis, tetapi juga mampu menghadirkan rasa yang hangat seperti di rumah sendiri.

 

Sumber: 

Kompas.com

Antaranews.com

Kumparan.com

Cahaya.kompas.com

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id