Sering Terabaikan, Ini Kekeliruan Jamaah Saat Menjalankan Umroh

Sumber : Pinterest
Ibadah umroh adalah perjalanan suci yang sarat makna. Setiap langkahnya mengandung nilai spiritual yang dalam, mulai dari niat hingga tahallul. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit jamaah yang melakukan kekeliruan, baik karena kurangnya pemahaman maupun karena situasi di lapangan yang berbeda dari bayangan sebelumnya.
Salah satu kekeliruan yang cukup sering terjadi adalah kurangnya pemahaman terhadap rukun dan wajib umroh. Ada jamaah yang belum benar-benar memahami urutan pelaksanaan mulai dari ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Ketidaktahuan ini terkadang membuat pelaksanaan ibadah tidak dilakukan secara sempurna atau bahkan tertukar antara satu rangkaian dengan lainnya.
Kesalahan juga kerap terjadi pada saat mengenakan pakaian ihram. Bagi jamaah laki-laki, aturan tentang pakaian tanpa jahitan sering kali belum dipahami secara tepat. Sementara itu, sebagian jamaah perempuan juga belum sepenuhnya memahami batasan dan ketentuan selama berada dalam kondisi ihram. Hal-hal kecil yang dianggap sepele justru dapat berdampak pada keabsahan atau kesempurnaan ibadah.
Di area Masjidil Haram, terutama saat tawaf mengelilingi Ka’bah, kondisi yang padat sering memicu tindakan yang kurang tertib. Dorong-mendorong, tergesa-gesa ingin menyentuh Hajar Aswad, atau terlalu sibuk mendokumentasikan momen menjadi fenomena yang kerap terlihat. Situasi ini tidak hanya mengurangi kekhusyukan, tetapi juga berpotensi mengganggu jamaah lain.
Selain itu, ada pula jamaah yang kurang menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Perbedaan cuaca, aktivitas yang padat, dan kelelahan akibat perjalanan panjang dapat memengaruhi konsentrasi saat beribadah. Dalam beberapa kasus, kurangnya kesiapan fisik membuat rangkaian ibadah terasa berat dan tidak maksimal.
Fenomena lainnya adalah kurangnya fokus pada esensi ibadah itu sendiri. Kesibukan dengan urusan di luar ibadah, seperti belanja atau aktivitas lain, terkadang menyita perhatian sehingga nilai spiritual perjalanan menjadi berkurang.
Umroh sejatinya bukan hanya perjalanan ke suatu tempat, melainkan perjalanan hati dan niat. Pemahaman yang utuh terhadap tata cara serta kesadaran akan adab selama beribadah menjadi bagian penting agar setiap rangkaian dapat dijalankan dengan khusyuk dan penuh makna. Dengan bekal ilmu dan kesiapan yang matang, perjalanan umroh dapat menjadi pengalaman spiritual yang mendalam dan berkesan.
Sumber :
bpkh.go.id
